Langsung ke konten utama

Pria Asal Majalengka Jadi TNI Gadungan Biar Bisa Temui Megawati

Image
TNI Gadungan ditangkap | Istimewa

 Karena mau menemui Megawati Soekarnoputri, pria asal Majalengka berani menjadi anggota TNI gadungan. 

Adalah Aziz Supriyatna, pria 45 tahun ini menyamar sebagai Letnan Kolonel (Letkol) angkatan udara, Senin (22/7/2019). 

Kapolsek Menteng, AKBP Dedi Supriyadi mengatakan, penangkapan terhadap anggota TNI gadungan tersebut bermula ketika tim pengamanan Gedung DPP PDIP yang berlokasi di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat menghalangi Azis untuk masuk kepala dalam Gedung. 

Salah satu tim pengamanan yang bernsama Robert curiga dengan gerak gerik Azis yang mengenakan seragam TNI Angkatan Udara tersebut. Kecurigaan Robert meningkat ketika yang bersangkutan tidak bisa menunjukkan Kartu Tanda Anggota saat diminta. 

"Karena tidak bisa tidak bisa menunjukkan KTA, yang bersangkutan diamankan untuk didata," ujar Dedi. 

Dari pendataan tersebut, TNI gadungan tersebut tinggal di Desa Buntu, Lingung, Majalengka, Jalan Barat. Dari pengakuan Aziz kepada petugas keamanan dirinya sengaja menjadi TNI gadungan untuk bisa menemui ketua umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. 

"Tujuan menemui Ibu Megawati ingin menyampaikan keluhan yang dirasa di daerah tempat tinggalnya," ujar Kapolsek. 

Selanjutnya TNI gadungan tersebut dibawa ke Koramil Menteng untuk diproses lebih lanjut.

Sumber:Akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pizza Gratis Asal Pelanggan Tak Pakai HP

Curry Pizza, California  | Odditycentral  Penggunaan smartphone memang sangat membantu semua hal termasuk dalam mendapatkan informasi. Tetapi seiringnya perkembangan teknologi, sekarang smartphone makin canggih dan orang-orang semakin kecanduan menggunakannya.  Tentu hal itu tidak baik, karena sangat berdampak buruk bagi kesehatan. Maka dari itu, restoran Curry Pizza peduli dengan dampak negatif penggunaan smartphone ini. Pihaknya menawarkan makan gratis jika pelanggannya tidak menggunakan smartphone selama makan.  AkuratKuliner melansir dari Odditycentral, Jumat, (21/6), sebuah restoran pizza di Fresno, yang berbasis di California, AS, baru saja menawarkan kepada pelanggannya sebuah penawaran menarik yang bertajuk 'Talk to Each Other Discount'.  Ketentuannya, para pelanggan tersebut setuju untuk tidam menggunakan ponsel mereka dan hanya bicara dengan teman ataupun pelanggan lainnya. Diskon hanya berlaku untuk grup yang terdiri dari empat o...

Geluti Bisnis Pertanian Anti Kotor, Coba Nih Hidroponik!

Ahmad Hasan (42) pengelola RTPA saat melakukan perawatan tanaman hidroponik di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2018). Tanaman hidroponik yang berada di dalam RTPA Madusela ini merupakan kegiatan warga setempat sebagai lahan alternatif bercocok tanam karena lahan berupa tanah sudah tidak bisa digunakan untuk menanam. Tanaman hidroponik yang ditanam berupa sayuran ini nantinya dimanfaatkan dengan menjualnya kembali kepada warga yang membutuhkan.  | AKURAT.CO/Sopian  Mau mencoba menggeluti bisnis pertanian tapi takut kotor, maka Sobat Milenial bisa mencoba bisnis pertanian dengan sistem hidroponik. Sistem pertanian hidroponik ini mulai dikenal khususnya dikalangan masyarakat perkotaan, mengingat daerah perkotaan memiliki keterbatasan lahan. Selain memiliki kegiatan utama seperti bekerja kantoran misalnya, Sobat Milenial juga akan memiliki penghasilan dari bertani hidroponik sebab perawatannya tidak sulit. Tak hanya itu, penghasilannya pun lumayan menja...

18 Desa Siap Gelar Pilkades Batang Tanpa Politik Uang

Bupati Batang Wihaji melaksanakan Silaturahmi Kamtibmas di Kecamatan Reban Senin ( 16/9/2019). (Dwi Ariadi/Ayobatang)  Menjelang Pilkada Serentak di Kabupaten Batang yang akan digelar 29 September 2019, terdapat 18 desa yang menyatakan siap melaksanakan pilkades secara beradab dan bersih dari politik uang. "Harapan saya pilkades serentak  ini menyenangkan dan tanpa money politik demi untuk kemaslahatan desa. Jadikan demokrasi pilkades yang menggembirakan bagi warga," kata Bupati Batang Wihaji usai melaksanakan Silatirhmi Kamtibmas di Kecamatan Reban, Senin ( 16/9/2019). Gerakan moral anti money politik dilaksanakan di 15 kecamatan, kegiatan menghadirkan semua calon kepala desa, panitia pilkades dan Badan Pemusyawarayan Desa ( BPD), dan tokoh masyarakat desa. "Ini merupakan gerakan moral sebagai bentuk ikhtiar kita untuk harapan dan masa depan yang lebih baik dan terciptanya kesejahteraan masyarakat desa, yang awalnya gerakan ini hanya empat desa dan ...