Langsung ke konten utama

18 Desa Siap Gelar Pilkades Batang Tanpa Politik Uang

Bupati Batang Wihaji melaksanakan Silaturahmi Kamtibmas di Kecamatan Reban Senin ( 16/9/2019). (Dwi Ariadi/Ayobatang)

 Menjelang Pilkada Serentak di Kabupaten Batang yang akan digelar 29 September 2019, terdapat 18 desa yang menyatakan siap melaksanakan pilkades secara beradab dan bersih dari politik uang.

"Harapan saya pilkades serentak  ini menyenangkan dan tanpa money politik demi untuk kemaslahatan desa. Jadikan demokrasi pilkades yang menggembirakan bagi warga," kata Bupati Batang Wihaji usai melaksanakan Silatirhmi Kamtibmas di Kecamatan Reban, Senin ( 16/9/2019).

Gerakan moral anti money politik dilaksanakan di 15 kecamatan, kegiatan menghadirkan semua calon kepala desa, panitia pilkades dan Badan Pemusyawarayan Desa ( BPD), dan tokoh masyarakat desa.

"Ini merupakan gerakan moral sebagai bentuk ikhtiar kita untuk harapan dan masa depan yang lebih baik dan terciptanya kesejahteraan masyarakat desa, yang awalnya gerakan ini hanya empat desa dan terus bertambah sampai 17 desa," jelas Wihaji

Dengan bertambahnya desa yang melaksanakan Pilkades tanpa uang, ini menunjukan adanya pemahaman dan pendewasan masyarakat dalam berpolitik setelah adanya gerakan moral ini.
Dikatakan, kepala desa bukanl pejabat politik, akan tetapi proses pemilihannya secara politik yang dipilih langsung oleh rakyat.

Wihaji kembali menegaskan, kalau memang berhasil melaksanakan tanpa money politik akan ada bantuan keuangan desa Rp 100 sampai 200 juta.

"Oleh karena itu, kami harapkan ada kearifan lokal yang harus kita bangun untuk terlepas dari politik uang," kata Wihaji

Lebih lanjut dikemukakan, sementara baru ada 18 desa yang  siap Pilkades no money politik dan tidak menutup kemungkinan jumlahnya akan bertambah.

"Kita sambut baik desa yang memiliki niat yang luar biasa ini dan kami harapkan semunya desa pilkades tidak dinodai dengan politik transaksional," kata Wihaji.

Ia juga berharap desa yang akan melaksanakan Pilkades tanpa politik uang harus belajar dengan Desa Kemiri Barat Kecamatan Subah, yang pada pemilihan sebelumnya tidak ada politik uang.

Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga mengatakan, Forkopimda selalu menjaga dan menciptakan kondisi yang aman, tentram dan damai dalam proses Pilkades.

Adapun 18 desa siap Pilkades tanpa money politik yakni, Kecamatan Wonotunggal: Desa Kreo, Sodong, Kemligi, Kecamatan 

Sumber: Ayosemarang.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pizza Gratis Asal Pelanggan Tak Pakai HP

Curry Pizza, California  | Odditycentral  Penggunaan smartphone memang sangat membantu semua hal termasuk dalam mendapatkan informasi. Tetapi seiringnya perkembangan teknologi, sekarang smartphone makin canggih dan orang-orang semakin kecanduan menggunakannya.  Tentu hal itu tidak baik, karena sangat berdampak buruk bagi kesehatan. Maka dari itu, restoran Curry Pizza peduli dengan dampak negatif penggunaan smartphone ini. Pihaknya menawarkan makan gratis jika pelanggannya tidak menggunakan smartphone selama makan.  AkuratKuliner melansir dari Odditycentral, Jumat, (21/6), sebuah restoran pizza di Fresno, yang berbasis di California, AS, baru saja menawarkan kepada pelanggannya sebuah penawaran menarik yang bertajuk 'Talk to Each Other Discount'.  Ketentuannya, para pelanggan tersebut setuju untuk tidam menggunakan ponsel mereka dan hanya bicara dengan teman ataupun pelanggan lainnya. Diskon hanya berlaku untuk grup yang terdiri dari empat o...

Geluti Bisnis Pertanian Anti Kotor, Coba Nih Hidroponik!

Ahmad Hasan (42) pengelola RTPA saat melakukan perawatan tanaman hidroponik di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2018). Tanaman hidroponik yang berada di dalam RTPA Madusela ini merupakan kegiatan warga setempat sebagai lahan alternatif bercocok tanam karena lahan berupa tanah sudah tidak bisa digunakan untuk menanam. Tanaman hidroponik yang ditanam berupa sayuran ini nantinya dimanfaatkan dengan menjualnya kembali kepada warga yang membutuhkan.  | AKURAT.CO/Sopian  Mau mencoba menggeluti bisnis pertanian tapi takut kotor, maka Sobat Milenial bisa mencoba bisnis pertanian dengan sistem hidroponik. Sistem pertanian hidroponik ini mulai dikenal khususnya dikalangan masyarakat perkotaan, mengingat daerah perkotaan memiliki keterbatasan lahan. Selain memiliki kegiatan utama seperti bekerja kantoran misalnya, Sobat Milenial juga akan memiliki penghasilan dari bertani hidroponik sebab perawatannya tidak sulit. Tak hanya itu, penghasilannya pun lumayan menja...