Langsung ke konten utama

PKL Terminal Terboyo, Tempati Pasar Banjardowo

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto bersama rombongannya mengecek sejumlah kios di Pasar Banjardowo sebelum ditempati para pedagang, Jumat (16/11/2018). (Ayosemarang.com/Afri Rismoko)

Maju Merdeka - Pedagang eks Terminal Terboyo mulai menempati Pasar Banjardowo, Jumat (16/11/2018). Para pedagang berharap tempat mereka berjualan yang baru tersebut bisa ramai.

Ketua Persatuan Pedagang dan Jasa eks PKL Terminal Terboyo, Mustofa menilai lokasi Pasar Banjardowo nantinya akan berdekatan terminal bus tipe C yang akan dibangun Pemerintah Kota Semarang di sekitar pasar tersebut. Sehingga nanti akan banyak calon penumpang yang lewat maupun menunggu bus di terminal.

''Apalagi saat ini banyak angkutan umum dari Demak, Jepara yang melintas di depan Pasar Banjardowo.  Letakmya memang strategis, apalagi jika terminal tipe C selesai dibangun pada 2019 nanti,'' ujarnya.

Dia menerangkan, jumlah pedagang eks Terminal Terboyo ada 226 orang yang kebanyakan berjualan kuliner untuk memenuhi kebutuhan penumpang angkutan dan pengunjung. Pihaknya berterimakasih dengan lokasi tersebut, sebab sejak Juli 2018 lalu ketika dipindah dari Terminal Terboyo pada PKL terkatung-katung.

''Ada sekitar sembilan bulan para pedagang eks Terminal Terboyo tidak mencari nafkah karena belum mendapatkan tempat pengganti untuk mencari nafkah. Kini setelah dapat tempat baru kami minta para pedagang bisa benar-benar memanfaatkannya,'' imbuhnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto akan mengoptimalkan pasar yang dulu sempat mangkrak. Karena Pasar Banjardowo sebelumnya terkesan sepi banyak kios yang kosong tidak ditempati pemiliknya.

Menurut Fajar, yang penting pedagang eks Terminal Terboyo sudah masuk menempati kios Pasar Banjardowo dengan ukuran masing-masing 3 kali 5 meter, sudah selesai, tinggal kita mengoptimalkan pasar jadi hidup

''Kami juga koordinasi dengan Dinas Perhubungan, Bus Trans Semarang juga sudah ada yang melintas dan angkutan umum dari Demak, Jepara juga sudah ada yang lewat Banjardowo,'' tandasnya.

Komentar

  1. As claimed by Stanford Medical, It is indeed the ONLY reason women in this country get to live 10 years longer and weigh on average 42 pounds less than we do.

    (And realistically, it has NOTHING to do with genetics or some secret diet and really, EVERYTHING around "HOW" they eat.)

    P.S, What I said is "HOW", not "what"...

    TAP on this link to discover if this brief test can help you decipher your real weight loss possibilities

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pizza Gratis Asal Pelanggan Tak Pakai HP

Curry Pizza, California  | Odditycentral  Penggunaan smartphone memang sangat membantu semua hal termasuk dalam mendapatkan informasi. Tetapi seiringnya perkembangan teknologi, sekarang smartphone makin canggih dan orang-orang semakin kecanduan menggunakannya.  Tentu hal itu tidak baik, karena sangat berdampak buruk bagi kesehatan. Maka dari itu, restoran Curry Pizza peduli dengan dampak negatif penggunaan smartphone ini. Pihaknya menawarkan makan gratis jika pelanggannya tidak menggunakan smartphone selama makan.  AkuratKuliner melansir dari Odditycentral, Jumat, (21/6), sebuah restoran pizza di Fresno, yang berbasis di California, AS, baru saja menawarkan kepada pelanggannya sebuah penawaran menarik yang bertajuk 'Talk to Each Other Discount'.  Ketentuannya, para pelanggan tersebut setuju untuk tidam menggunakan ponsel mereka dan hanya bicara dengan teman ataupun pelanggan lainnya. Diskon hanya berlaku untuk grup yang terdiri dari empat o...

Geluti Bisnis Pertanian Anti Kotor, Coba Nih Hidroponik!

Ahmad Hasan (42) pengelola RTPA saat melakukan perawatan tanaman hidroponik di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2018). Tanaman hidroponik yang berada di dalam RTPA Madusela ini merupakan kegiatan warga setempat sebagai lahan alternatif bercocok tanam karena lahan berupa tanah sudah tidak bisa digunakan untuk menanam. Tanaman hidroponik yang ditanam berupa sayuran ini nantinya dimanfaatkan dengan menjualnya kembali kepada warga yang membutuhkan.  | AKURAT.CO/Sopian  Mau mencoba menggeluti bisnis pertanian tapi takut kotor, maka Sobat Milenial bisa mencoba bisnis pertanian dengan sistem hidroponik. Sistem pertanian hidroponik ini mulai dikenal khususnya dikalangan masyarakat perkotaan, mengingat daerah perkotaan memiliki keterbatasan lahan. Selain memiliki kegiatan utama seperti bekerja kantoran misalnya, Sobat Milenial juga akan memiliki penghasilan dari bertani hidroponik sebab perawatannya tidak sulit. Tak hanya itu, penghasilannya pun lumayan menja...

18 Desa Siap Gelar Pilkades Batang Tanpa Politik Uang

Bupati Batang Wihaji melaksanakan Silaturahmi Kamtibmas di Kecamatan Reban Senin ( 16/9/2019). (Dwi Ariadi/Ayobatang)  Menjelang Pilkada Serentak di Kabupaten Batang yang akan digelar 29 September 2019, terdapat 18 desa yang menyatakan siap melaksanakan pilkades secara beradab dan bersih dari politik uang. "Harapan saya pilkades serentak  ini menyenangkan dan tanpa money politik demi untuk kemaslahatan desa. Jadikan demokrasi pilkades yang menggembirakan bagi warga," kata Bupati Batang Wihaji usai melaksanakan Silatirhmi Kamtibmas di Kecamatan Reban, Senin ( 16/9/2019). Gerakan moral anti money politik dilaksanakan di 15 kecamatan, kegiatan menghadirkan semua calon kepala desa, panitia pilkades dan Badan Pemusyawarayan Desa ( BPD), dan tokoh masyarakat desa. "Ini merupakan gerakan moral sebagai bentuk ikhtiar kita untuk harapan dan masa depan yang lebih baik dan terciptanya kesejahteraan masyarakat desa, yang awalnya gerakan ini hanya empat desa dan ...