Langsung ke konten utama

Mahfud MD: Tak Ada Jalan Bagi Papua untuk Referendum dari Indonesia

Image
Mantan Ketua MK, Mahfud Md (tengah) beserta tokoh-tokoh dari Gerakan Suluh Kebangsaan berkunjung ke kediaman presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, Jakarta, Jumat (17/5/2019). Mahfud mengatakan pertemuan dengan Ketum PDIP itu adalah rangkaian kunjungan Gerakan Suluh Kebangsaan kepada unsur pimpinan bangsa. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

 Ketua Umum Gerakan Suluh Kebangsaan (GSK), Mahfud MD menilai tak ada jalan bagi Papua untuk referendum atau memisahkan diri dari Indonesia. Sebab, isu rasisme di Papua bisa dibenahi dengan berdamai.

"Tidak ada jalan untuk itu. Tidak ada referendum untuk satu daerah. Ada sisi psikologis dan sosiologis yang perlu dibenahi kedepan. Mari kita berdamai dulu dan tenangkan situasi," kata Mahfud dalam acara Suluh Kebangsaan di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Jum'at, (23/8/2019).

Ia menyerukan kepada semua pihak, terutama pemerintah untuk meningkatkan dialog konstruktif dan persuasif dengan tokoh masyarakat dan tokoh adat. Karena kekerasan yang meresahkan masyarakat ini dapat mempengaruhi stabilitas nasional dalam hal ekonomi dan sebagainya.

"Bahkan dapat melumpuhkan kegiatan ekonomi masyarakat. Kegiatan sehari-hari masyarakat itu agar bisa berlanjut melalui dialog konstruktif, persuasif," ucap Mahfud.

Mantan Ketua MK ini mengatakan, apabila nantinya situasinya sudah tenang dan damai, maka harus ada kelanjutan untuk penegakan hukum. Pasalnya, oknum pemicu rasisme harus ditindak tegas.

"Disisir penegakkan hukumnya kepada siapa saja. Pertama, pelaku pemicu yang menimbulkan sentimen rasisme. Karena itu tidak boleh," tuturnya.

Mahfud menegaskan bahwa Papua merupakan bagian dari Indonesia, yang harus mendapatkan perlakuan yang sama di dalam pemerintahan, dan tidak membeda-bedakan.

"Papua bagian Indonesia. Papua saudara kita, tanah air kita. Harus mendapat perlakuan yang sama dari pemerintah. Bahwa Papua seluruh rakyatnya, budaya, bahasa lokalnya bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegasnya.

Diketahui, Mahfud bersama sejumlah tokoh bangsa menyikapi perkembangan di Papua dalam forum GKS. Adapun sejumlah tokoh yang hadir diantaranya, isteri Abdurrahman Wahid atau Gusdur, Shinta Nuriyah Wahid, cendikiawan muslim, Quraish Shihab, serta tokoh papua sekaligus mantan menteri Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia, Manuel Kaissepo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pizza Gratis Asal Pelanggan Tak Pakai HP

Curry Pizza, California  | Odditycentral  Penggunaan smartphone memang sangat membantu semua hal termasuk dalam mendapatkan informasi. Tetapi seiringnya perkembangan teknologi, sekarang smartphone makin canggih dan orang-orang semakin kecanduan menggunakannya.  Tentu hal itu tidak baik, karena sangat berdampak buruk bagi kesehatan. Maka dari itu, restoran Curry Pizza peduli dengan dampak negatif penggunaan smartphone ini. Pihaknya menawarkan makan gratis jika pelanggannya tidak menggunakan smartphone selama makan.  AkuratKuliner melansir dari Odditycentral, Jumat, (21/6), sebuah restoran pizza di Fresno, yang berbasis di California, AS, baru saja menawarkan kepada pelanggannya sebuah penawaran menarik yang bertajuk 'Talk to Each Other Discount'.  Ketentuannya, para pelanggan tersebut setuju untuk tidam menggunakan ponsel mereka dan hanya bicara dengan teman ataupun pelanggan lainnya. Diskon hanya berlaku untuk grup yang terdiri dari empat o...

Geluti Bisnis Pertanian Anti Kotor, Coba Nih Hidroponik!

Ahmad Hasan (42) pengelola RTPA saat melakukan perawatan tanaman hidroponik di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2018). Tanaman hidroponik yang berada di dalam RTPA Madusela ini merupakan kegiatan warga setempat sebagai lahan alternatif bercocok tanam karena lahan berupa tanah sudah tidak bisa digunakan untuk menanam. Tanaman hidroponik yang ditanam berupa sayuran ini nantinya dimanfaatkan dengan menjualnya kembali kepada warga yang membutuhkan.  | AKURAT.CO/Sopian  Mau mencoba menggeluti bisnis pertanian tapi takut kotor, maka Sobat Milenial bisa mencoba bisnis pertanian dengan sistem hidroponik. Sistem pertanian hidroponik ini mulai dikenal khususnya dikalangan masyarakat perkotaan, mengingat daerah perkotaan memiliki keterbatasan lahan. Selain memiliki kegiatan utama seperti bekerja kantoran misalnya, Sobat Milenial juga akan memiliki penghasilan dari bertani hidroponik sebab perawatannya tidak sulit. Tak hanya itu, penghasilannya pun lumayan menja...

18 Desa Siap Gelar Pilkades Batang Tanpa Politik Uang

Bupati Batang Wihaji melaksanakan Silaturahmi Kamtibmas di Kecamatan Reban Senin ( 16/9/2019). (Dwi Ariadi/Ayobatang)  Menjelang Pilkada Serentak di Kabupaten Batang yang akan digelar 29 September 2019, terdapat 18 desa yang menyatakan siap melaksanakan pilkades secara beradab dan bersih dari politik uang. "Harapan saya pilkades serentak  ini menyenangkan dan tanpa money politik demi untuk kemaslahatan desa. Jadikan demokrasi pilkades yang menggembirakan bagi warga," kata Bupati Batang Wihaji usai melaksanakan Silatirhmi Kamtibmas di Kecamatan Reban, Senin ( 16/9/2019). Gerakan moral anti money politik dilaksanakan di 15 kecamatan, kegiatan menghadirkan semua calon kepala desa, panitia pilkades dan Badan Pemusyawarayan Desa ( BPD), dan tokoh masyarakat desa. "Ini merupakan gerakan moral sebagai bentuk ikhtiar kita untuk harapan dan masa depan yang lebih baik dan terciptanya kesejahteraan masyarakat desa, yang awalnya gerakan ini hanya empat desa dan ...