Langsung ke konten utama

Mulai 9 September Polisi Tilang Pelanggar Sistem Perluasan Ganjil Genap

Image
Kasubdit Bin Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP M. Nasir | AKURAT.CO/Miftahul Munir

Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya menyosialisasikan perluasan sistem ganjil genap di Jakarta.

Kasubdit Bin Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP M. Nasir mengatakan, polisi akan memberikan tindakan persuasif kepada pengendara yang melanggar sistem ganjil genap selama masa sosialisasi. Masa sosialisasi dimulai sejak 7 Agustus sampai 8 September.

"Namanya langkah-langkah masih persuasif, belum tindakan represif. Nanti pada tanggal 9 September implementasi berikutnya itu sudah tidak ada alasan lagi untuk langkah-langkah yudikatif tidak ada, tapi langkahnya dengan tindakan tilang," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Nasir mengatakan, jalur yang diterapkan sistem ganjil genap akan dipasang rambu-rambu. Rambu yang dipasang adalah imbauan agar pengendara dengan pelat nomor ganjil di tanggal genap tidak boleh melintas, begitu pun sebaliknya.

"Tindakannya pelanggaran rambu-rambu di Undang Undang Nomor 2 itu dilarang pasal 287 ayat 1 maka hendaklah mereka dihukum dengan 2 bulan kurungan penjara atau bayar Rp500.000. Itu pelanggaran jadi sudah tidak lagi dilakukan sosialisasi pada tanggal 9 September," tegasnya.

Nasir menyebut akan menempatkan beberapa personel yang bertugas untuk menindak pelanggar ganjil genap. Adapun sistem Ganjil – Genap dilakukan pada 2 periode waktu, yaitu pukul 06.00-10.00 WIB dan pukul 16.00-21.00 WIB, dari Senin – Jumat, kecuali Hari Libur Nasional.

"Pasti jumlah personil tadi karena penambahan koridor baru menjadi 25 ruas jalan otomatis akan ditambah satuan wilayah itu nanti akan difokuskan pada upaya pengaturan pengawasan dan penegakan hukum pada rambu-rambu pintu masuk utama dan juga termasuk simpul-simpul yang mengarah pada jalan yang menjadi sistem ganjil genap," tukasnya.

Berikut jalur yang akan diberlakukan sistem ganjil genap : 

Rute baru:

1. Jl. Pintu Besar Selatan

2. Jl. Gajah Mada

3. Jl. Hayam Wuruk

4. Jl. Majapahit

5. Jl. Sisingamangaraja

6. Jl. Panglima Polim

7. Jl. Fatmawati (mulai simpang Jl. Ketimun 1 sampai dengan Jl. TB Simatupang)

8. Jl. Suryopranoto

9. Jl. Balikpapan

10. Jl. Kyai Caringin

11. Jl. Tomang Raya

12. Jl. Pramuka

13. Jl. Salemba Raya

14. Jl. Kramat Raya

15. Jl. Senen Raya

16. Jl. Gunung Sahari 

Rute lama:

1. Jl. Gatot Subroto

2. Jl. MT Haryono

3. Jl. HR Rasuna Said

4. Jl. di Panjaitan

5. Jenderal Ahmad Yani (mulai dari simpang Jalan Perintis Kemerdekaan sampai simpang Jalan Bekasi Timur Raya)

6. Jl. Medan Merdeka Barat

7. Jl. MH Thamrin

8. Jl. Jenderal Sudirman

9. Jenderal S Parman (mulai dari simpang Jalan Tomang Raya sampai simpang Jalan KS Tubun)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pizza Gratis Asal Pelanggan Tak Pakai HP

Curry Pizza, California  | Odditycentral  Penggunaan smartphone memang sangat membantu semua hal termasuk dalam mendapatkan informasi. Tetapi seiringnya perkembangan teknologi, sekarang smartphone makin canggih dan orang-orang semakin kecanduan menggunakannya.  Tentu hal itu tidak baik, karena sangat berdampak buruk bagi kesehatan. Maka dari itu, restoran Curry Pizza peduli dengan dampak negatif penggunaan smartphone ini. Pihaknya menawarkan makan gratis jika pelanggannya tidak menggunakan smartphone selama makan.  AkuratKuliner melansir dari Odditycentral, Jumat, (21/6), sebuah restoran pizza di Fresno, yang berbasis di California, AS, baru saja menawarkan kepada pelanggannya sebuah penawaran menarik yang bertajuk 'Talk to Each Other Discount'.  Ketentuannya, para pelanggan tersebut setuju untuk tidam menggunakan ponsel mereka dan hanya bicara dengan teman ataupun pelanggan lainnya. Diskon hanya berlaku untuk grup yang terdiri dari empat o...

Geluti Bisnis Pertanian Anti Kotor, Coba Nih Hidroponik!

Ahmad Hasan (42) pengelola RTPA saat melakukan perawatan tanaman hidroponik di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2018). Tanaman hidroponik yang berada di dalam RTPA Madusela ini merupakan kegiatan warga setempat sebagai lahan alternatif bercocok tanam karena lahan berupa tanah sudah tidak bisa digunakan untuk menanam. Tanaman hidroponik yang ditanam berupa sayuran ini nantinya dimanfaatkan dengan menjualnya kembali kepada warga yang membutuhkan.  | AKURAT.CO/Sopian  Mau mencoba menggeluti bisnis pertanian tapi takut kotor, maka Sobat Milenial bisa mencoba bisnis pertanian dengan sistem hidroponik. Sistem pertanian hidroponik ini mulai dikenal khususnya dikalangan masyarakat perkotaan, mengingat daerah perkotaan memiliki keterbatasan lahan. Selain memiliki kegiatan utama seperti bekerja kantoran misalnya, Sobat Milenial juga akan memiliki penghasilan dari bertani hidroponik sebab perawatannya tidak sulit. Tak hanya itu, penghasilannya pun lumayan menja...

18 Desa Siap Gelar Pilkades Batang Tanpa Politik Uang

Bupati Batang Wihaji melaksanakan Silaturahmi Kamtibmas di Kecamatan Reban Senin ( 16/9/2019). (Dwi Ariadi/Ayobatang)  Menjelang Pilkada Serentak di Kabupaten Batang yang akan digelar 29 September 2019, terdapat 18 desa yang menyatakan siap melaksanakan pilkades secara beradab dan bersih dari politik uang. "Harapan saya pilkades serentak  ini menyenangkan dan tanpa money politik demi untuk kemaslahatan desa. Jadikan demokrasi pilkades yang menggembirakan bagi warga," kata Bupati Batang Wihaji usai melaksanakan Silatirhmi Kamtibmas di Kecamatan Reban, Senin ( 16/9/2019). Gerakan moral anti money politik dilaksanakan di 15 kecamatan, kegiatan menghadirkan semua calon kepala desa, panitia pilkades dan Badan Pemusyawarayan Desa ( BPD), dan tokoh masyarakat desa. "Ini merupakan gerakan moral sebagai bentuk ikhtiar kita untuk harapan dan masa depan yang lebih baik dan terciptanya kesejahteraan masyarakat desa, yang awalnya gerakan ini hanya empat desa dan ...