Langsung ke konten utama

Deddy Corbuzier Resmi Masuk Islam, di Dampingi oleh Gus Miftah

Image
Proses mualaf Deddy Corbuzier di Pondok Pesantren Ora Aji, Yogyakarta | AKURAT.CO/ Anugrah Harist Rachmadi

 Tanaggal 21 juni 2019 dimana tanggal tersebut membuat seorang dedy Corbuzier resmi masuk islam, bukan di karenakan di ingin menikah atau sebagainya,

Mentalis sekaligus presenter Deddy Corbuzier akhirnya resmi memeluk agama Islam setelah mengucapkan dua kalimat syahadat pada Jumat (21/6) di Pondok Pesantren Ora Aji, Yogyakarta, pada pukul 12:38 WIB.

Dengan suara lantang, presenter kelahiran 29 Desember 1976 itu mengucapkan kalimat syahadat setelah dituntun langsung oleh guru spritualnya, Ustaz Maulana Habiburrohman atau akrab sapa Gus Miftah.

Proses sakral ini berlangsung lancar tanpa halangan. Deddy pun dengan lancar mengikuti bimbingan dari Gus Miftah ketika mengucapkan syahadat.

Setelah prosesi selesai, ramai-ramai berbagai tokoh masyarakat dengan lantang mengucap takbir dan dilanjut dengan berdoa bersama.

Seperti diketahui bahwa proses mualaf Deddy Corbuzier rencananya akan ditayangkan secara langsung di acara Hitam Putih. Namun hal tersebut mendapat larangan dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) lantaran dinilai berpotensi menyinggung atau merendahkan perbedaan keyakinan antar umat beragama.

Sumber:Akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pizza Gratis Asal Pelanggan Tak Pakai HP

Curry Pizza, California  | Odditycentral  Penggunaan smartphone memang sangat membantu semua hal termasuk dalam mendapatkan informasi. Tetapi seiringnya perkembangan teknologi, sekarang smartphone makin canggih dan orang-orang semakin kecanduan menggunakannya.  Tentu hal itu tidak baik, karena sangat berdampak buruk bagi kesehatan. Maka dari itu, restoran Curry Pizza peduli dengan dampak negatif penggunaan smartphone ini. Pihaknya menawarkan makan gratis jika pelanggannya tidak menggunakan smartphone selama makan.  AkuratKuliner melansir dari Odditycentral, Jumat, (21/6), sebuah restoran pizza di Fresno, yang berbasis di California, AS, baru saja menawarkan kepada pelanggannya sebuah penawaran menarik yang bertajuk 'Talk to Each Other Discount'.  Ketentuannya, para pelanggan tersebut setuju untuk tidam menggunakan ponsel mereka dan hanya bicara dengan teman ataupun pelanggan lainnya. Diskon hanya berlaku untuk grup yang terdiri dari empat o...

Geluti Bisnis Pertanian Anti Kotor, Coba Nih Hidroponik!

Ahmad Hasan (42) pengelola RTPA saat melakukan perawatan tanaman hidroponik di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2018). Tanaman hidroponik yang berada di dalam RTPA Madusela ini merupakan kegiatan warga setempat sebagai lahan alternatif bercocok tanam karena lahan berupa tanah sudah tidak bisa digunakan untuk menanam. Tanaman hidroponik yang ditanam berupa sayuran ini nantinya dimanfaatkan dengan menjualnya kembali kepada warga yang membutuhkan.  | AKURAT.CO/Sopian  Mau mencoba menggeluti bisnis pertanian tapi takut kotor, maka Sobat Milenial bisa mencoba bisnis pertanian dengan sistem hidroponik. Sistem pertanian hidroponik ini mulai dikenal khususnya dikalangan masyarakat perkotaan, mengingat daerah perkotaan memiliki keterbatasan lahan. Selain memiliki kegiatan utama seperti bekerja kantoran misalnya, Sobat Milenial juga akan memiliki penghasilan dari bertani hidroponik sebab perawatannya tidak sulit. Tak hanya itu, penghasilannya pun lumayan menja...

18 Desa Siap Gelar Pilkades Batang Tanpa Politik Uang

Bupati Batang Wihaji melaksanakan Silaturahmi Kamtibmas di Kecamatan Reban Senin ( 16/9/2019). (Dwi Ariadi/Ayobatang)  Menjelang Pilkada Serentak di Kabupaten Batang yang akan digelar 29 September 2019, terdapat 18 desa yang menyatakan siap melaksanakan pilkades secara beradab dan bersih dari politik uang. "Harapan saya pilkades serentak  ini menyenangkan dan tanpa money politik demi untuk kemaslahatan desa. Jadikan demokrasi pilkades yang menggembirakan bagi warga," kata Bupati Batang Wihaji usai melaksanakan Silatirhmi Kamtibmas di Kecamatan Reban, Senin ( 16/9/2019). Gerakan moral anti money politik dilaksanakan di 15 kecamatan, kegiatan menghadirkan semua calon kepala desa, panitia pilkades dan Badan Pemusyawarayan Desa ( BPD), dan tokoh masyarakat desa. "Ini merupakan gerakan moral sebagai bentuk ikhtiar kita untuk harapan dan masa depan yang lebih baik dan terciptanya kesejahteraan masyarakat desa, yang awalnya gerakan ini hanya empat desa dan ...