Langsung ke konten utama

Curhat Depresi di Media Sosial, Mahasiswa di Tangerang Beneran Bunuh Diri

Image
Tanda depresi yang nggak kamu sadari | Unsplash

 Beberapa waktu lalu, media sosial sempat heboh oleh tweet curhatan seorang pria muda. Dalam tweet-nya tersebut, ia menyatakan tak mau terus-terusan jadi benalu buat orang lain. Di dalam tweet itu pula, ia menyatakan ingin enyah dari muka bumi.

Banyak warganet yang merespons tweet tersebut, terbukti hingga Senin (28/1) cuitan tersebut sudah mendapat retweet lebih dari 2000 kali. Awalnya mungkin dianggap sekadar lucu-lucuan atau hanya curhat biasa. Namun ternyata, mahasiswa semester 3 tersebut nekat bunuh diri.

Kabar tersebut salah satunya diunggah oleh pengguna Twitter bernama Hendrawan.



 Selain itu, berita kematian pria muda tersebut juga diberitakan di berbagai media cetak maupun elektronik nasional. Menurut kabar, dirinya frustasi karena tak mampu bayar uang semesteran untuk kuliahnya. Ia pun nekat menenggak racun arsenik yang dicampur air.

Warganet pun berbondong-bondong menyampaikan rasa dukanya. Banyak dari mereka yang memetik hikmah dari apa yang dialami pria muda tersebut. Rasa depresi yang mendera, hampir semua orang pernah mengalaminya. Bukan rundungan yang dibutuhkan namun dukungan moral dari orang-orang sekitar.

"Kadang ada aja orang di saat orang lain down, bukannya support malah ngehina seolah orang yang down ini lemah. Akhirnya mereka jadi malu untuk cerita dan memendam masalahnya sendiri," tulis @hendralm.




 Sumber:Akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pizza Gratis Asal Pelanggan Tak Pakai HP

Curry Pizza, California  | Odditycentral  Penggunaan smartphone memang sangat membantu semua hal termasuk dalam mendapatkan informasi. Tetapi seiringnya perkembangan teknologi, sekarang smartphone makin canggih dan orang-orang semakin kecanduan menggunakannya.  Tentu hal itu tidak baik, karena sangat berdampak buruk bagi kesehatan. Maka dari itu, restoran Curry Pizza peduli dengan dampak negatif penggunaan smartphone ini. Pihaknya menawarkan makan gratis jika pelanggannya tidak menggunakan smartphone selama makan.  AkuratKuliner melansir dari Odditycentral, Jumat, (21/6), sebuah restoran pizza di Fresno, yang berbasis di California, AS, baru saja menawarkan kepada pelanggannya sebuah penawaran menarik yang bertajuk 'Talk to Each Other Discount'.  Ketentuannya, para pelanggan tersebut setuju untuk tidam menggunakan ponsel mereka dan hanya bicara dengan teman ataupun pelanggan lainnya. Diskon hanya berlaku untuk grup yang terdiri dari empat o...

Geluti Bisnis Pertanian Anti Kotor, Coba Nih Hidroponik!

Ahmad Hasan (42) pengelola RTPA saat melakukan perawatan tanaman hidroponik di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2018). Tanaman hidroponik yang berada di dalam RTPA Madusela ini merupakan kegiatan warga setempat sebagai lahan alternatif bercocok tanam karena lahan berupa tanah sudah tidak bisa digunakan untuk menanam. Tanaman hidroponik yang ditanam berupa sayuran ini nantinya dimanfaatkan dengan menjualnya kembali kepada warga yang membutuhkan.  | AKURAT.CO/Sopian  Mau mencoba menggeluti bisnis pertanian tapi takut kotor, maka Sobat Milenial bisa mencoba bisnis pertanian dengan sistem hidroponik. Sistem pertanian hidroponik ini mulai dikenal khususnya dikalangan masyarakat perkotaan, mengingat daerah perkotaan memiliki keterbatasan lahan. Selain memiliki kegiatan utama seperti bekerja kantoran misalnya, Sobat Milenial juga akan memiliki penghasilan dari bertani hidroponik sebab perawatannya tidak sulit. Tak hanya itu, penghasilannya pun lumayan menja...

18 Desa Siap Gelar Pilkades Batang Tanpa Politik Uang

Bupati Batang Wihaji melaksanakan Silaturahmi Kamtibmas di Kecamatan Reban Senin ( 16/9/2019). (Dwi Ariadi/Ayobatang)  Menjelang Pilkada Serentak di Kabupaten Batang yang akan digelar 29 September 2019, terdapat 18 desa yang menyatakan siap melaksanakan pilkades secara beradab dan bersih dari politik uang. "Harapan saya pilkades serentak  ini menyenangkan dan tanpa money politik demi untuk kemaslahatan desa. Jadikan demokrasi pilkades yang menggembirakan bagi warga," kata Bupati Batang Wihaji usai melaksanakan Silatirhmi Kamtibmas di Kecamatan Reban, Senin ( 16/9/2019). Gerakan moral anti money politik dilaksanakan di 15 kecamatan, kegiatan menghadirkan semua calon kepala desa, panitia pilkades dan Badan Pemusyawarayan Desa ( BPD), dan tokoh masyarakat desa. "Ini merupakan gerakan moral sebagai bentuk ikhtiar kita untuk harapan dan masa depan yang lebih baik dan terciptanya kesejahteraan masyarakat desa, yang awalnya gerakan ini hanya empat desa dan ...