Langsung ke konten utama

Jika Prabowo Kalah, Pengamat: Kemungkinan Besar Nama Cawagub DKI Bakal Berubah

Image
Pengamat politik Ujang Komarudin saat berbincang bersama awak redaksi AKURAT.CO di kawasan Patal Senayan, Jakarta, Jumat (30/11/2018). | AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

 Pengamat Politik dari Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin tidak heran proses pemilihan wakil gubernur pengganti Sandiaga Uno belum rampung hingga kini.

Menurut Ujang, nama yang disodorkan Gerindra dan PKS yakni  Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu belum disepakati. Hal itu menyebabkan molornya proses pemilihan wakil gubernur baru di DPRD DKI Jakarta.

"Ketika orangnya (cawagub) sudah pas, sudah cocok disepakati maka pembuatan pansus (panitia khusus) akan cepat, ini lambat kan karena dua nama yang sudah diajukan itu hanya sekadar menurut saya yah, dinamika politik saja, belum tentu dua nama itu yang akan diajukan menjadi wagub," kata Ujang saat dikonfirmasi, Jumat (3/5/2019).

Lebih jauh, Ujang menyebut bahwa peta politik di lingkungan DKI Jakarta mengikuti perkembangan politik nasional. Oleh karena itu, pemilihan wagub DKI tergantung pada hasil Pemilu 2019.

Ujang mengatakan, kemungkinan nama cawagub yang sudah disodorkan akan berubah ketika pasangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga gagal di Pilpres 2019. Tidak menutup kemungkinan, kader Partai Gerindra kembali menjabat sebagai wakil gubernur.

"Katakanlah versi quick count seandainya Prabowo dikatakan kalah pada tanggal 22 Mei nanti maka kemungkinan besar calon (wagub) akan berubah juga akan ganti juga. Nah inilah yang membuat prosesnya lama," tuturnya.

Ujang menilai apabila Agung dan Ahmad sudah disepakati partai pengusung maka tidak mungkin kursi DKI II dibiarkan lowong selama lebih dari delapan bulan.

"Sampai hari ini belum dipilih (Wagub DKI) belum jelas. Artinya kan ada kepentingan lain, ada misi lain, katakanlah ada orang lain (ada kader lain) ada tokoh lain, bisa saja menyalip dalam detik-detik terakhir, di politik apapun bisa terjadi," tutupnya.

Sumber:Akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pizza Gratis Asal Pelanggan Tak Pakai HP

Curry Pizza, California  | Odditycentral  Penggunaan smartphone memang sangat membantu semua hal termasuk dalam mendapatkan informasi. Tetapi seiringnya perkembangan teknologi, sekarang smartphone makin canggih dan orang-orang semakin kecanduan menggunakannya.  Tentu hal itu tidak baik, karena sangat berdampak buruk bagi kesehatan. Maka dari itu, restoran Curry Pizza peduli dengan dampak negatif penggunaan smartphone ini. Pihaknya menawarkan makan gratis jika pelanggannya tidak menggunakan smartphone selama makan.  AkuratKuliner melansir dari Odditycentral, Jumat, (21/6), sebuah restoran pizza di Fresno, yang berbasis di California, AS, baru saja menawarkan kepada pelanggannya sebuah penawaran menarik yang bertajuk 'Talk to Each Other Discount'.  Ketentuannya, para pelanggan tersebut setuju untuk tidam menggunakan ponsel mereka dan hanya bicara dengan teman ataupun pelanggan lainnya. Diskon hanya berlaku untuk grup yang terdiri dari empat o...

Geluti Bisnis Pertanian Anti Kotor, Coba Nih Hidroponik!

Ahmad Hasan (42) pengelola RTPA saat melakukan perawatan tanaman hidroponik di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2018). Tanaman hidroponik yang berada di dalam RTPA Madusela ini merupakan kegiatan warga setempat sebagai lahan alternatif bercocok tanam karena lahan berupa tanah sudah tidak bisa digunakan untuk menanam. Tanaman hidroponik yang ditanam berupa sayuran ini nantinya dimanfaatkan dengan menjualnya kembali kepada warga yang membutuhkan.  | AKURAT.CO/Sopian  Mau mencoba menggeluti bisnis pertanian tapi takut kotor, maka Sobat Milenial bisa mencoba bisnis pertanian dengan sistem hidroponik. Sistem pertanian hidroponik ini mulai dikenal khususnya dikalangan masyarakat perkotaan, mengingat daerah perkotaan memiliki keterbatasan lahan. Selain memiliki kegiatan utama seperti bekerja kantoran misalnya, Sobat Milenial juga akan memiliki penghasilan dari bertani hidroponik sebab perawatannya tidak sulit. Tak hanya itu, penghasilannya pun lumayan menja...

18 Desa Siap Gelar Pilkades Batang Tanpa Politik Uang

Bupati Batang Wihaji melaksanakan Silaturahmi Kamtibmas di Kecamatan Reban Senin ( 16/9/2019). (Dwi Ariadi/Ayobatang)  Menjelang Pilkada Serentak di Kabupaten Batang yang akan digelar 29 September 2019, terdapat 18 desa yang menyatakan siap melaksanakan pilkades secara beradab dan bersih dari politik uang. "Harapan saya pilkades serentak  ini menyenangkan dan tanpa money politik demi untuk kemaslahatan desa. Jadikan demokrasi pilkades yang menggembirakan bagi warga," kata Bupati Batang Wihaji usai melaksanakan Silatirhmi Kamtibmas di Kecamatan Reban, Senin ( 16/9/2019). Gerakan moral anti money politik dilaksanakan di 15 kecamatan, kegiatan menghadirkan semua calon kepala desa, panitia pilkades dan Badan Pemusyawarayan Desa ( BPD), dan tokoh masyarakat desa. "Ini merupakan gerakan moral sebagai bentuk ikhtiar kita untuk harapan dan masa depan yang lebih baik dan terciptanya kesejahteraan masyarakat desa, yang awalnya gerakan ini hanya empat desa dan ...