Langsung ke konten utama

Dilarang Main PUBG, Wanita UEA Ini Gugat Cerai Suaminya

Image
ROG eSports Arena by Orion di di Jalan Bandengan Utara No. 73-75 Jakarta Utara | AKURAT.CO/ Azhar Ilyas

 Sejak kemunculannya, gim PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG) memang telah menjadi penyebab banyak masalah sosial terutama untuk pemainnya. Terbaru, seorang wanita muda asal Uni Emirat Arab (UEA) menggugat cerai suaminya karena salah satu gim battle royale populer saat ini.

Mengutip laporan dari Gulf News, Jumat (3/5), kepolisian Ajman, UEA mengungkapkan bahwa wanita berusia 20 tahunan itu melaporkan suaminya sendiri kepada kepolisian setempat karena telah melarangnya bermain PUBG.

Menurut laporan, sang suami bukan tanpa alasan melarang istrinya itu untuk bermain PUBG. Ia merasa bahwa istrinya sudah terlalu banyak bermain, bahkan cenderung kecanduan gim tersebut. Kecanduan istrinya terhadap PUBG membuat fokus mengurus keluarga menjadi terhambat.

"Wanita itu membenarkan tuntutannya untuk bercerai, ia mengatakan bahwa dia kehilangan haknya untuk memilih sarana hiburan saat dia memperoleh kesenangan dan kenyamanan dari permainan," kata Al Hosani, Kapten Polisi Ajman.

Si wanita bersikeras bahwa dirinya masih dalam tahap wajar saat bermain PUBG. Bahkan, wanita tersebut mengatakan bahwa suaminya telah merampas hak-haknya. Sedangkan sang suami tidak merasa merampas hak dari istrinya, tetapi hanya ingin memastikan bahwa keluarganya tidak terpengaruh oleh kecanduan gim PUBG.

Lebih lanjut, si suami menganggap apa yang dilakukannya adalah sah dan menyebut istrinya bereaksi berlebihan dengan meminta cerai. Ini hanya satu dari sekian banyak kasus yang menimbulkan masalah-masalah sosial dalam kehidupan seseorang, khususnya pemain.

Sumber:Akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pizza Gratis Asal Pelanggan Tak Pakai HP

Curry Pizza, California  | Odditycentral  Penggunaan smartphone memang sangat membantu semua hal termasuk dalam mendapatkan informasi. Tetapi seiringnya perkembangan teknologi, sekarang smartphone makin canggih dan orang-orang semakin kecanduan menggunakannya.  Tentu hal itu tidak baik, karena sangat berdampak buruk bagi kesehatan. Maka dari itu, restoran Curry Pizza peduli dengan dampak negatif penggunaan smartphone ini. Pihaknya menawarkan makan gratis jika pelanggannya tidak menggunakan smartphone selama makan.  AkuratKuliner melansir dari Odditycentral, Jumat, (21/6), sebuah restoran pizza di Fresno, yang berbasis di California, AS, baru saja menawarkan kepada pelanggannya sebuah penawaran menarik yang bertajuk 'Talk to Each Other Discount'.  Ketentuannya, para pelanggan tersebut setuju untuk tidam menggunakan ponsel mereka dan hanya bicara dengan teman ataupun pelanggan lainnya. Diskon hanya berlaku untuk grup yang terdiri dari empat o...

Geluti Bisnis Pertanian Anti Kotor, Coba Nih Hidroponik!

Ahmad Hasan (42) pengelola RTPA saat melakukan perawatan tanaman hidroponik di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2018). Tanaman hidroponik yang berada di dalam RTPA Madusela ini merupakan kegiatan warga setempat sebagai lahan alternatif bercocok tanam karena lahan berupa tanah sudah tidak bisa digunakan untuk menanam. Tanaman hidroponik yang ditanam berupa sayuran ini nantinya dimanfaatkan dengan menjualnya kembali kepada warga yang membutuhkan.  | AKURAT.CO/Sopian  Mau mencoba menggeluti bisnis pertanian tapi takut kotor, maka Sobat Milenial bisa mencoba bisnis pertanian dengan sistem hidroponik. Sistem pertanian hidroponik ini mulai dikenal khususnya dikalangan masyarakat perkotaan, mengingat daerah perkotaan memiliki keterbatasan lahan. Selain memiliki kegiatan utama seperti bekerja kantoran misalnya, Sobat Milenial juga akan memiliki penghasilan dari bertani hidroponik sebab perawatannya tidak sulit. Tak hanya itu, penghasilannya pun lumayan menja...

18 Desa Siap Gelar Pilkades Batang Tanpa Politik Uang

Bupati Batang Wihaji melaksanakan Silaturahmi Kamtibmas di Kecamatan Reban Senin ( 16/9/2019). (Dwi Ariadi/Ayobatang)  Menjelang Pilkada Serentak di Kabupaten Batang yang akan digelar 29 September 2019, terdapat 18 desa yang menyatakan siap melaksanakan pilkades secara beradab dan bersih dari politik uang. "Harapan saya pilkades serentak  ini menyenangkan dan tanpa money politik demi untuk kemaslahatan desa. Jadikan demokrasi pilkades yang menggembirakan bagi warga," kata Bupati Batang Wihaji usai melaksanakan Silatirhmi Kamtibmas di Kecamatan Reban, Senin ( 16/9/2019). Gerakan moral anti money politik dilaksanakan di 15 kecamatan, kegiatan menghadirkan semua calon kepala desa, panitia pilkades dan Badan Pemusyawarayan Desa ( BPD), dan tokoh masyarakat desa. "Ini merupakan gerakan moral sebagai bentuk ikhtiar kita untuk harapan dan masa depan yang lebih baik dan terciptanya kesejahteraan masyarakat desa, yang awalnya gerakan ini hanya empat desa dan ...