Langsung ke konten utama

Emak-emak JOS Tantang Emak-emak Paslon 02 Debat Soal Harga Sembako

Image

AKURAT.CO, Bukan hanya memberikan dukungan, pendukung pasangan calon (Paslon) Jokowi-Ma'ruf Amin, menantang emak-emak dari kubu Paslon 02 untuk debat soal harga sembako.

"Kami dari Gerakan Emak-Emak JOS (Jokowi Saja), Gerakan emak-emak pecinta Jokowi nantang Emak-Emak sebelah," ucap Ketua Emak-Emak JOS Diana Murni, di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019).

Diana mengajak debat masalah ekonomi, terutama harga sembako di pasar.

"Kan mereka sudah turun ke pasar, kita juga sudah turun ke pasar. Yok kita debat,"ujarnya.

Menurut Diana, relawan Emak-Emak JOS sudah membuat sebuah kegiatan, yakni sidak ke pasar-pasar untuk memastikan harga sembako seperti apa sebenarnya.

"Mereka orang ekonomi atas, selalu mengeluh mahalnya bahan pokok, tapi mereka pakai cincin emas," ungkapnya.

Diana menyebut, relawan Emak-Emak JOS terdiri dari kalangan ibu-ibu ekonomi kelas bawah. Seperti ibu-ibu asisten rumah tangga dan ibu penjaga warung kecil.

"Ada 300 lebih, ini belum datang semua kemungkinan nanti malam," sebutnya.

Selain itu, Diana berencana mengajak ribuan emak-emak lainnya untuk mendukung Jokowi menangkan Pilpres 2019. []

Sumber : Akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pizza Gratis Asal Pelanggan Tak Pakai HP

Curry Pizza, California  | Odditycentral  Penggunaan smartphone memang sangat membantu semua hal termasuk dalam mendapatkan informasi. Tetapi seiringnya perkembangan teknologi, sekarang smartphone makin canggih dan orang-orang semakin kecanduan menggunakannya.  Tentu hal itu tidak baik, karena sangat berdampak buruk bagi kesehatan. Maka dari itu, restoran Curry Pizza peduli dengan dampak negatif penggunaan smartphone ini. Pihaknya menawarkan makan gratis jika pelanggannya tidak menggunakan smartphone selama makan.  AkuratKuliner melansir dari Odditycentral, Jumat, (21/6), sebuah restoran pizza di Fresno, yang berbasis di California, AS, baru saja menawarkan kepada pelanggannya sebuah penawaran menarik yang bertajuk 'Talk to Each Other Discount'.  Ketentuannya, para pelanggan tersebut setuju untuk tidam menggunakan ponsel mereka dan hanya bicara dengan teman ataupun pelanggan lainnya. Diskon hanya berlaku untuk grup yang terdiri dari empat o...

Geluti Bisnis Pertanian Anti Kotor, Coba Nih Hidroponik!

Ahmad Hasan (42) pengelola RTPA saat melakukan perawatan tanaman hidroponik di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2018). Tanaman hidroponik yang berada di dalam RTPA Madusela ini merupakan kegiatan warga setempat sebagai lahan alternatif bercocok tanam karena lahan berupa tanah sudah tidak bisa digunakan untuk menanam. Tanaman hidroponik yang ditanam berupa sayuran ini nantinya dimanfaatkan dengan menjualnya kembali kepada warga yang membutuhkan.  | AKURAT.CO/Sopian  Mau mencoba menggeluti bisnis pertanian tapi takut kotor, maka Sobat Milenial bisa mencoba bisnis pertanian dengan sistem hidroponik. Sistem pertanian hidroponik ini mulai dikenal khususnya dikalangan masyarakat perkotaan, mengingat daerah perkotaan memiliki keterbatasan lahan. Selain memiliki kegiatan utama seperti bekerja kantoran misalnya, Sobat Milenial juga akan memiliki penghasilan dari bertani hidroponik sebab perawatannya tidak sulit. Tak hanya itu, penghasilannya pun lumayan menja...

18 Desa Siap Gelar Pilkades Batang Tanpa Politik Uang

Bupati Batang Wihaji melaksanakan Silaturahmi Kamtibmas di Kecamatan Reban Senin ( 16/9/2019). (Dwi Ariadi/Ayobatang)  Menjelang Pilkada Serentak di Kabupaten Batang yang akan digelar 29 September 2019, terdapat 18 desa yang menyatakan siap melaksanakan pilkades secara beradab dan bersih dari politik uang. "Harapan saya pilkades serentak  ini menyenangkan dan tanpa money politik demi untuk kemaslahatan desa. Jadikan demokrasi pilkades yang menggembirakan bagi warga," kata Bupati Batang Wihaji usai melaksanakan Silatirhmi Kamtibmas di Kecamatan Reban, Senin ( 16/9/2019). Gerakan moral anti money politik dilaksanakan di 15 kecamatan, kegiatan menghadirkan semua calon kepala desa, panitia pilkades dan Badan Pemusyawarayan Desa ( BPD), dan tokoh masyarakat desa. "Ini merupakan gerakan moral sebagai bentuk ikhtiar kita untuk harapan dan masa depan yang lebih baik dan terciptanya kesejahteraan masyarakat desa, yang awalnya gerakan ini hanya empat desa dan ...