Langsung ke konten utama

Kita Harus Siap Beradaptasi Dengan Perubahan Yang Terjadi Dengan Kita

Direktur Utama PT. Bank Negara Indonesia (BNI) Achmad Baiquni saat memberikan kuliah umum kepada ratusan mahasiswa Universitas Padjadjaran di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35 Bandung, Selasa (5/3). (Foto: Tedi Yusup)*

 Berita Jakarta - Di era sekarang banyak sekali pebisnis dan masyarakat sekitar sudah memakai yang namanya digital, Disrupsi teknologi menyebabkan timbulnya peralihan dari era ekonomi industri ke ekonomi digital. Peralihan tersebut berpengaruh pada perubahan di segala aspek, termasuk kebiasaan masyarakat hingga model bisnis perusahaan.

“Untuk kita bisa beradaptasi terhadap perubahan-perubahan memang kita diperlukan suatu perubahan mindset,” ujar Direktur Utama PT. Bank Negara Indonesia (BNI) Achmad Baiquni saat memberikan kuliah umum kepada ratusan mahasiswa Universitas Padjadjaran di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35 Bandung, Selasa (5/3).

Achmad menjelaskan mengenai konsep  SECU (Stable, Expected, Complex, dan Understandable)  dan VUCA (Volatile, Uncertain, Complex, dan Ambigous). Di era digital, konsep kepemimpinan pun semestinya dapat bertransformasi pada VUCA.

Menurut Achmad, tidak mutlak SECU ditinggalkan, melainkan dapat diserasikan. Hal terpenting adalah bagaimana dapat menangkap peluang bisnis dengan baik.

Dijelaskan Achmad, di era digital, perubahan mindset yang diperlukan di antaranya adalah mempercepat tindakan, mempertajam intuisi, kesederhanaan (simplicity) dan bekerja dengan data untuk memvalidasi kebenaran masalah, serta harus berwawasan terbuka.

Achmad pun menekankan pentingnya kolaborasi untuk mempertahankan dan meningkatkan bisnis di masa datang. Di dalam perusahaan, kolaborasi juga perlu diperlukan antara generasi milenial dengan generasi baby boomers untuk kemajuan perusahaan.

“Mudah-mudahan bisa menghasilkan sesuatu yang sangat positif bagi perusahaan,” ujar Achmad.

Diungkapkan Achmad, BNI sendiri melakukan transformasi human capital architecture dimana seorang pemimpin di BNI harus memiliki filosofi kepemimpinan yang berlandaskan pada prinsip mengelola dengan kepala dan mempimpin dengan hati.

Acara kuliah umum tersebut dibuka oleh Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad. Dalam sambutannya, Rektor mengatakan bahwa Unpad menghadirkan para Dirut BUMN sebagai bagian dari upaya mencetak calon pemimpin bangsa.

“Maka sejak awal dibiasakan berinteraksi dengan pemimpin-pemimpin,” ujar Rektor.

Rektor pun berharap dengan dihadirkannya para pemimpin perusahaan, akan membangun kebiasaan berkolaborasi dan mengembangkan inovasi. Bukan hanya diberikan kuliah umum, mahasiswa Unpad juga ditantang untuk memberikan masukan bagi perusahaan.

Selain kuliah umum, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman Unpad dan BNI mengenai Tridharma Perguruan Tinggi serta Penyedia Layanan Jasa Perbankan. Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Rektor Unpad Prof Tri Hanggono Achmad dan Dirut BNI Achmad Baiquni.

Selain itu, dilakukan juga penyerahan secara simbolis CSR BNI fasilitas pendidikan yang akan digunakan Program Doktor Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad.*

Laporan oleh Artanti Hendriyana/am

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pizza Gratis Asal Pelanggan Tak Pakai HP

Curry Pizza, California  | Odditycentral  Penggunaan smartphone memang sangat membantu semua hal termasuk dalam mendapatkan informasi. Tetapi seiringnya perkembangan teknologi, sekarang smartphone makin canggih dan orang-orang semakin kecanduan menggunakannya.  Tentu hal itu tidak baik, karena sangat berdampak buruk bagi kesehatan. Maka dari itu, restoran Curry Pizza peduli dengan dampak negatif penggunaan smartphone ini. Pihaknya menawarkan makan gratis jika pelanggannya tidak menggunakan smartphone selama makan.  AkuratKuliner melansir dari Odditycentral, Jumat, (21/6), sebuah restoran pizza di Fresno, yang berbasis di California, AS, baru saja menawarkan kepada pelanggannya sebuah penawaran menarik yang bertajuk 'Talk to Each Other Discount'.  Ketentuannya, para pelanggan tersebut setuju untuk tidam menggunakan ponsel mereka dan hanya bicara dengan teman ataupun pelanggan lainnya. Diskon hanya berlaku untuk grup yang terdiri dari empat o...

Geluti Bisnis Pertanian Anti Kotor, Coba Nih Hidroponik!

Ahmad Hasan (42) pengelola RTPA saat melakukan perawatan tanaman hidroponik di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2018). Tanaman hidroponik yang berada di dalam RTPA Madusela ini merupakan kegiatan warga setempat sebagai lahan alternatif bercocok tanam karena lahan berupa tanah sudah tidak bisa digunakan untuk menanam. Tanaman hidroponik yang ditanam berupa sayuran ini nantinya dimanfaatkan dengan menjualnya kembali kepada warga yang membutuhkan.  | AKURAT.CO/Sopian  Mau mencoba menggeluti bisnis pertanian tapi takut kotor, maka Sobat Milenial bisa mencoba bisnis pertanian dengan sistem hidroponik. Sistem pertanian hidroponik ini mulai dikenal khususnya dikalangan masyarakat perkotaan, mengingat daerah perkotaan memiliki keterbatasan lahan. Selain memiliki kegiatan utama seperti bekerja kantoran misalnya, Sobat Milenial juga akan memiliki penghasilan dari bertani hidroponik sebab perawatannya tidak sulit. Tak hanya itu, penghasilannya pun lumayan menja...

18 Desa Siap Gelar Pilkades Batang Tanpa Politik Uang

Bupati Batang Wihaji melaksanakan Silaturahmi Kamtibmas di Kecamatan Reban Senin ( 16/9/2019). (Dwi Ariadi/Ayobatang)  Menjelang Pilkada Serentak di Kabupaten Batang yang akan digelar 29 September 2019, terdapat 18 desa yang menyatakan siap melaksanakan pilkades secara beradab dan bersih dari politik uang. "Harapan saya pilkades serentak  ini menyenangkan dan tanpa money politik demi untuk kemaslahatan desa. Jadikan demokrasi pilkades yang menggembirakan bagi warga," kata Bupati Batang Wihaji usai melaksanakan Silatirhmi Kamtibmas di Kecamatan Reban, Senin ( 16/9/2019). Gerakan moral anti money politik dilaksanakan di 15 kecamatan, kegiatan menghadirkan semua calon kepala desa, panitia pilkades dan Badan Pemusyawarayan Desa ( BPD), dan tokoh masyarakat desa. "Ini merupakan gerakan moral sebagai bentuk ikhtiar kita untuk harapan dan masa depan yang lebih baik dan terciptanya kesejahteraan masyarakat desa, yang awalnya gerakan ini hanya empat desa dan ...