Langsung ke konten utama

Orang Tua Berperan Sangat Penting Bagi pertumbuhan Anak

Image
Ilustrasi berbagai model parenting | Dailymail.co.uk

 Maju Merdeka -  Siapa sih orang tau yang tidak melihat pertumbuhan buah hati, kita tau anak suka dengan berbagai macam hal baru yang mereka tau dan untuk mencoba melakukannya, sedangkan orang tua sibuk dengan pekerjaan kantornya atau sibuk dengan ponsel pintarnya maka dari itu kami menyediakan berita tentang seberapa pentihkah peran orang tua bagi buah hati.?

Ketika datang periode untuk mendidik Anak, itu bukan suatu hal memberatkan. Itu justru menjadi tantangan bagi Orangtua untuk menyusun standar emas pada Parentingnya.

Selama ini sudah banyak dikenal berbagai jenis atau model Parenting, mulai dari helikopter hingga autoriter. Namun, banyak Orangtua yang masih bingung dengan berbagai jenis model tersebut.

Tak perlu pusing. Pakar Parenting asal Australia, Dr Justin Coulson, menjelaskan dengan jelas tentang lima teknik Parenting dan bagaimana dampaknya dalam pola pengasuhan terhadap Anak.

Berwibawa

Coulson mengungkapkan, selama beberapa dekade terakhir menunjukkan gaya Parenting ini dianggap tegas dan hangat. Dia mengungkapkan, Orangtua yang autorative atau berwibawa bisa mengekspresikan cinta dan perhatian kepada Anak-Anaknya. Itu juga bisa membatasi keterbatasan Anak-Anak.

“Parentig berwibaha menawarkan cinta dan perhatian. Namun, itu dipenuhi dengan pembatasan,” ujarnya dilansir AkuratParenting dari Daily Mail pada Jumat, (19/7).

Namun dia mengungkapkan, gaya ini justru mengakibatkan Anak-Anak kebingungan karena ada aspek hukuman.

“Orangtua yang berwibawa kerap menghukum sehingga Anak bingung membedakan antara cinta dan pembatasan,” tuturnya.

Permisif

Parenting permisif dengan kata lain, Orangtua suka membolehkan apa saja keinginan Anak-Anaknya. Coulson mengungkapkan gaya permisif menunjukkan Orangtua sangat sayang. Tapi permasalahannya adalah, sedikitnya aturan pada model Parenting ini.

“Aspek cinta menjadi hal yang dominan. Banyak penelitian menunjukkan gaya ini tidak sukses dalam pengasuhan dan pendidikan Anak,” ujar Coulson.

Permasalahan yang sering muncul adalah Anak-Anak juga akan bertindak permisif dan tidak berprestasi di sekolah.

Model Parenting. Dailymail.co.uk

 Otoriter

Coulson menjelaskan Parenting model ini sangat tegas karena banyak aturan dan pembatasan. Para pakar menyebut model Parenting ini adalah “my way” atau “the highway”. Jika Anak tidak menuruti keinginan Orangtua, maka Orangtua akan menjatuhkan hukuman.

Pada Parenting model ini, Anak-Anak akan tumbuh menjadi pribadi yang hati-hati. Mereka tumbuh pada lingkungan yang terstruktur. Mereka juga selalu mengindari masalah.

“Parenting otoriter akan berdampak pada identitas Anak,” ujar Coulson.

Anak-Anak, kata dia, cenderung akan sering mundur dari suatu masalah dan lepas tangan karena tidak mau ambil risiko.

Attachment

Ini merupakan model Parenting yang mengombinasikan sensitivitas dengan Disiplin positif. Dijelaskan Coulson, model itu merupakan pendekatan berbasis dan berpusat pada Anak-Anak.

Karakteristik model attachment adalah kepedulian dan konsisten pada keseimbangan kesehatan. Tipe ini juga menekankan pada tanggung jawab dan pembatasan lokasi.

“Dalam hal cinta dan perawatan, model ini bisa membantu Anak-Anak. Tapi, model ini juga berkaitan dengan uang,” kata Coulson.

Menjaga jarak

Gaya Parenting ini mengizinkan Anak-Anak memiliki tingkat otonomi yang tinggi. Ini menjadikan Anak-Anak lebih aktif dan bebas dalam mengambil keputusan sendiri.

Coulson mengungkapkan kelebihan gaya Parenting ini adalah membangun ketahanan pada Anak-Anak. Itu menjadi modal penting bagi mereka di usia dewasa nanti.

Hanya saja, tantangan terberat bagi model ini adalah Orangtua harus menjamin Anak-Anak berada pada lingkungan yang aman. Dengan begitu, Anak-Anak bisa mendapatkan pilihan yang aman dan keputusan yang sehat.

“Lagi-lagi, kita sulit untuk menemukan lingkungan seperti itu. Tapi, itu membantu Anak-Anak menjadi mandiri dan otonom,” ujar Coulson.

Sumber:Akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pizza Gratis Asal Pelanggan Tak Pakai HP

Curry Pizza, California  | Odditycentral  Penggunaan smartphone memang sangat membantu semua hal termasuk dalam mendapatkan informasi. Tetapi seiringnya perkembangan teknologi, sekarang smartphone makin canggih dan orang-orang semakin kecanduan menggunakannya.  Tentu hal itu tidak baik, karena sangat berdampak buruk bagi kesehatan. Maka dari itu, restoran Curry Pizza peduli dengan dampak negatif penggunaan smartphone ini. Pihaknya menawarkan makan gratis jika pelanggannya tidak menggunakan smartphone selama makan.  AkuratKuliner melansir dari Odditycentral, Jumat, (21/6), sebuah restoran pizza di Fresno, yang berbasis di California, AS, baru saja menawarkan kepada pelanggannya sebuah penawaran menarik yang bertajuk 'Talk to Each Other Discount'.  Ketentuannya, para pelanggan tersebut setuju untuk tidam menggunakan ponsel mereka dan hanya bicara dengan teman ataupun pelanggan lainnya. Diskon hanya berlaku untuk grup yang terdiri dari empat o...

Geluti Bisnis Pertanian Anti Kotor, Coba Nih Hidroponik!

Ahmad Hasan (42) pengelola RTPA saat melakukan perawatan tanaman hidroponik di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2018). Tanaman hidroponik yang berada di dalam RTPA Madusela ini merupakan kegiatan warga setempat sebagai lahan alternatif bercocok tanam karena lahan berupa tanah sudah tidak bisa digunakan untuk menanam. Tanaman hidroponik yang ditanam berupa sayuran ini nantinya dimanfaatkan dengan menjualnya kembali kepada warga yang membutuhkan.  | AKURAT.CO/Sopian  Mau mencoba menggeluti bisnis pertanian tapi takut kotor, maka Sobat Milenial bisa mencoba bisnis pertanian dengan sistem hidroponik. Sistem pertanian hidroponik ini mulai dikenal khususnya dikalangan masyarakat perkotaan, mengingat daerah perkotaan memiliki keterbatasan lahan. Selain memiliki kegiatan utama seperti bekerja kantoran misalnya, Sobat Milenial juga akan memiliki penghasilan dari bertani hidroponik sebab perawatannya tidak sulit. Tak hanya itu, penghasilannya pun lumayan menja...

18 Desa Siap Gelar Pilkades Batang Tanpa Politik Uang

Bupati Batang Wihaji melaksanakan Silaturahmi Kamtibmas di Kecamatan Reban Senin ( 16/9/2019). (Dwi Ariadi/Ayobatang)  Menjelang Pilkada Serentak di Kabupaten Batang yang akan digelar 29 September 2019, terdapat 18 desa yang menyatakan siap melaksanakan pilkades secara beradab dan bersih dari politik uang. "Harapan saya pilkades serentak  ini menyenangkan dan tanpa money politik demi untuk kemaslahatan desa. Jadikan demokrasi pilkades yang menggembirakan bagi warga," kata Bupati Batang Wihaji usai melaksanakan Silatirhmi Kamtibmas di Kecamatan Reban, Senin ( 16/9/2019). Gerakan moral anti money politik dilaksanakan di 15 kecamatan, kegiatan menghadirkan semua calon kepala desa, panitia pilkades dan Badan Pemusyawarayan Desa ( BPD), dan tokoh masyarakat desa. "Ini merupakan gerakan moral sebagai bentuk ikhtiar kita untuk harapan dan masa depan yang lebih baik dan terciptanya kesejahteraan masyarakat desa, yang awalnya gerakan ini hanya empat desa dan ...